Tips Semangat Kerja Tanpa Stress
Bila anda tidak mencintai pekerjaan anda,
maka cintailah orang-orang yang bekerja di sana.
Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu.
Dan, pekerjaan anda pun jadi menggembirakan.
Bila anda tidak mencintai teman kantor anda,
maka cintailah gedung dan suasana kantor.
Ini akan memotivasi anda berangkat kerja
dan melakukan pekerjaan kantor dengan lebih bersemangat.
Bila ternyata anda tidak bisa melakukannya,
cintai perjalanan pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda.
Perjalanan yang menyenangkan akan menjadikan tujuan perjalanan atau kantor tampak menyenangkan.
Tapi jika anda pun tak menemukan kesenangan di perjalanan,
cintai apapun yang bisa anda cintai dari tempat kerja anda.
Bisa tanaman hias di meja kerja, barisan semut di dinding,
atau burung-burung yang beterbangan di luar sana.
Apa saja !
Jika tidak juga menemukan sesuatu yang bisa anda cintai dari kerja anda,
kenapa anda masih di situ???
Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah di sana.
Hidup cuma sekali.
Tak ada yang lebih indah selain melakukan sesuatu dengan cinta yang tulus.
Selasa, 06 Mei 2008
Senin, 21 April 2008
Doa Siapakah yang lebih terkabul??
DOA SIAPAKAH YANG LEBIH TERKABUL?
Sebuah kapal karam di tengah laut karena terjangan badai dan ombak hebat.Hanya dua orang lelaki yang bisa menyelamatkan diri dan berenang ke sebuah pulau kecil yang gersang.Dua orang yang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan. Namun,mereka berdua yakin bahwa tidak ada yang dapat dilakukan kecuali berdoa kepada Tuhan.Untuk mengetahui doa siapakah yang paling dikabulkan, mereka sepakatuntuk membagi pulau kecil itu menjadi dua wilayah. Dan mereka tinggal sendiri-sendiri berseberangan di sisi-sisi pulau tersebut.
Doa pertama yang mereka panjatkan. Mereka memohon agar diturunkan makanan. Esok harinya, lelaki ke satu melihat sebuah pohon penuh dengan buah-buahan tumbuh di sisi tempat tinggalnya. Sedangkan di daerah tempat tinggal lelaki yang lainnya tetap kosong.
Seminggu kemudian, lelaki yang ke satu merasa kesepian dan memutuskan untuk berdoa agar diberikan seorang istri. Keesokan harinya, ada kapal yang karam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang wanita yang berenang dan terdampar di sisi tempat lelaki ke satu itu tinggal. Sedangkan di sisi tempat tinggal lelaki ke dua tetap saja tidak ada apa-apanya.
Segera saja, lelaki ke satu ini berdoa memohon rumah, pakaian, dan makanan. Keesokan harinya, seperti keajaiban saja, semua yang diminta hadir untuknya. Sedangkan lelaki yang kedua tetap saja tidak mendapatkan apa-apa.
Akhirnya, lelaki ke satu ini berdoa meminta kapal agar ia dan istrinya dapat meninggalkan pulau itu. Pagi harinya mereka menemukan sebuah kapal tertambat di sisi pantainya. Segera saja lelaki ke satu dan istrinya naik ke atas kapal dan siap-siap untuk berlayar meninggalkan pulau itu. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan lelaki ke dua yang tinggal di sisi lain pulau. Menurutnya, memang lelaki kedua itu tidakpantas menerima pemberian Tuhan karena doa-doanya tak terkabulkan.
Begitu kapal siap berangkat, lelaki ke satu ini mendengar suara dari langit menggema, "Hai, mengapa engkau meninggalkan rekanmu yang ada di sisi lain pulau ini?""Berkahku hanyalah milikku sendiri, karena hanya doaku lah yang dikabulkan," jawab lelaki ke satu ini. "Doa lelaki temanku itu tak satu pun dikabulkan. Maka, ia tak pantas mendapatkan apa-apa."
"Kau salah!" suara itu membentak membahana. "Tahukah kau bahwa rekanmu itu hanya memiliki satu doa. Dan, semua doanya terkabulkan. Bila tidak, maka kau takkan mendapatkan apa-apa." "Katakan padaku," tanya lelaki ke satu itu. "Doa macam apa yang iapanjatkan sehingga aku harus merasa berhutang atas semua ini padanya?""Ia berdoa agar semua doamu dikabulkan!"
Kesombongan macam apakah yang membuat kita menganggap bahwa hanya harapan dan doa-doa kita yang terkabulkan? Betapa banyak orang yang tidak mengorbankan sesuatu demi keberhasilan kita. Tak selayaknya kita mengabaikan peran orang lain.
(diadaptasi dari "Whose Prayer Was More Powerful?", unknown)
Sebuah kapal karam di tengah laut karena terjangan badai dan ombak hebat.Hanya dua orang lelaki yang bisa menyelamatkan diri dan berenang ke sebuah pulau kecil yang gersang.Dua orang yang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan. Namun,mereka berdua yakin bahwa tidak ada yang dapat dilakukan kecuali berdoa kepada Tuhan.Untuk mengetahui doa siapakah yang paling dikabulkan, mereka sepakatuntuk membagi pulau kecil itu menjadi dua wilayah. Dan mereka tinggal sendiri-sendiri berseberangan di sisi-sisi pulau tersebut.
Doa pertama yang mereka panjatkan. Mereka memohon agar diturunkan makanan. Esok harinya, lelaki ke satu melihat sebuah pohon penuh dengan buah-buahan tumbuh di sisi tempat tinggalnya. Sedangkan di daerah tempat tinggal lelaki yang lainnya tetap kosong.
Seminggu kemudian, lelaki yang ke satu merasa kesepian dan memutuskan untuk berdoa agar diberikan seorang istri. Keesokan harinya, ada kapal yang karam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang wanita yang berenang dan terdampar di sisi tempat lelaki ke satu itu tinggal. Sedangkan di sisi tempat tinggal lelaki ke dua tetap saja tidak ada apa-apanya.
Segera saja, lelaki ke satu ini berdoa memohon rumah, pakaian, dan makanan. Keesokan harinya, seperti keajaiban saja, semua yang diminta hadir untuknya. Sedangkan lelaki yang kedua tetap saja tidak mendapatkan apa-apa.
Akhirnya, lelaki ke satu ini berdoa meminta kapal agar ia dan istrinya dapat meninggalkan pulau itu. Pagi harinya mereka menemukan sebuah kapal tertambat di sisi pantainya. Segera saja lelaki ke satu dan istrinya naik ke atas kapal dan siap-siap untuk berlayar meninggalkan pulau itu. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan lelaki ke dua yang tinggal di sisi lain pulau. Menurutnya, memang lelaki kedua itu tidakpantas menerima pemberian Tuhan karena doa-doanya tak terkabulkan.
Begitu kapal siap berangkat, lelaki ke satu ini mendengar suara dari langit menggema, "Hai, mengapa engkau meninggalkan rekanmu yang ada di sisi lain pulau ini?""Berkahku hanyalah milikku sendiri, karena hanya doaku lah yang dikabulkan," jawab lelaki ke satu ini. "Doa lelaki temanku itu tak satu pun dikabulkan. Maka, ia tak pantas mendapatkan apa-apa."
"Kau salah!" suara itu membentak membahana. "Tahukah kau bahwa rekanmu itu hanya memiliki satu doa. Dan, semua doanya terkabulkan. Bila tidak, maka kau takkan mendapatkan apa-apa." "Katakan padaku," tanya lelaki ke satu itu. "Doa macam apa yang iapanjatkan sehingga aku harus merasa berhutang atas semua ini padanya?""Ia berdoa agar semua doamu dikabulkan!"
Kesombongan macam apakah yang membuat kita menganggap bahwa hanya harapan dan doa-doa kita yang terkabulkan? Betapa banyak orang yang tidak mengorbankan sesuatu demi keberhasilan kita. Tak selayaknya kita mengabaikan peran orang lain.
(diadaptasi dari "Whose Prayer Was More Powerful?", unknown)
Rabu, 09 April 2008
new journey

Hello World,
Wow.. This my first time to create my blog.. I thought it's so interesting that I have new place to express what I feel and what I think. and I hope that it will be my guidance in my life phase to share with you all about anything..
Please leave any comment, whatever is it that we might share
Thank you for join..
Langganan:
Postingan (Atom)